Saturday, July 2, 2011

Cerita si Papan Tulis (arsip jadul SMU 3 IPA 2)

Hoaaaaahmmmm....
Waaaahhh... udah pagi lagi
Oh iya, hari ini masuk tahun ajaran baru nih!
Setelah kurang lebih sebulan ditelantarin... akhirnya bakalan diperhatiin lagi sama anak anak..
Walaupun kadang nyebelin. Habis badanku yang mulus jadi kayak buah cempedak... putih semua..
Tapi itu emang udah tugasku sih.

Setelah tiga minggu, suasana yang kaku sudah mulai berganti akrab.
Aku sendiri sudah mulai hafal dengan wajah, nama dan tabiat mereka.
Ada Rizky yang suka jahil, Ernest yang... rada rada aneh kali ya... Koko - Toto yang suka ngocol, Rianti yang lincah, Sukma - Suzanny yang suka main bulu tangkis (waaaa...ngarang! itu mah Susi Susanti, Lily yang serius, Tigor yang jago bola...
Ada juga barisan anak anak maniesz yang berjilbab - ada Yovanka, Cindy, Nur Azizah, Ratu, Diah..
Oh iya, ada anak baru lho.. namanya Rendy. Tapi ya, ampuuunn...! Tiduuuurrr aja kerjaannya.

Tapi baru beberapa minggu, sudah ada anak yang pindah kelas. Jadi posisi ketua kelas sekarang dipegang sama anak yang namanya Widi. Dan masih banyak lagi anak yang lain yang bermacam macam tabiatnya.

Hmmmm.... sudah beberapa bulan aku jadi tumpuan tulisan di kelas ini. Otomatis aku sudah banyak menyaksikan peristiwa yang terjadi pada anak anak itu...

Gelak tawa mereka waktu Pak Simamora becerita tentang masa mudanya, atau muka tegang mereka saat diajari Bu Wiwi (kikikikikikik). Kegelisahan dan celingak celinguk mereka saat waktunya ulangan.. kekhawatiran dan perhatian mereka saat si Koko jatuh waktu olahraga.

Akupun pernah dijadikan alat untuk menghukum mereka.
Saat itu pas pelajaran fisika. Kebetulan yang mengajar waktu itu adalah wali kelas mereka, Pak Marzuki Siregar.
Entah kenapa, semua anak laki laki di kelas ini membenturkan kepalanya padaku.
Ada yang langsung... ada yang ragu ragu... ada yang mantap, ada juga yang pasrah... hahahahahahah....

Bikin geli sih kalau dipikir pikir... tapi haduuuhhhh... apa mereka ngga tau kalau badanku jadi sakit semua...

Tapi dua hari setelah peristiwa itu, aku menyaksikan hal yang luar biasa.
Anak anak itu menyiapkan sebuah kue ulang tahun untuk wali kelas mereka, tanpa ada rasa dendam.

Tidak bisa kulupakan ekspresi wajah yang terpancar dari Pak Siregar.
Kelihatan sekali bahwa ia sangat terharu ketika anak anak menyanyikan lagu ulang tahun dan memberi selamat satu persatu kepadanya.
Ah, rupanya guru yang terkenal galak ini ternyata bisa terharu juga, ya...

Dan kini, tak terasa tinggal dua bulan lagi mereka akan pergi dari kelas ini.
Walaupun berbeda-beda, tapi mereka ounya satu kelebihan yang menjadikan mereka 'lebih' daripada yang lain yaitu 'kekompakan'.

Yahhh... walaupun aku jarang diperhatikan, tapi aku cukup bangga jadi papan tulis kelas mereka.. :)




1 comment:

  1. wkwkkww pengalaman yang mengasykan,, mantap gan semangat

    ReplyDelete